Knowledge Management System
Lecture : Leon Abdillah
Lecture : Leon Abdillah
Consensus Decision Making pada
knowledge management bagi sistem
informasi perpustakaan
universitas gadjah mada
Pengertian consensus decision making adalah Grup proses
pengambilan keputusan yang tidak hanya meminta persetujuan dari sebagian besar
peserta, tetapi juga resolusi mitigasi atau keberatan dari minoritas. Konsensus
biasanya didefinisikan sebagai arti kedua perjanjian umum, dan proses untuk
mendapatkan persetujuan seperti itu. Konsensus keputusan sehingga yang
bersangkutan adalah terutama dengan proses itu.
Konsensus pengambilan keputusan adalah proses keputusan kelompok yang berusaha
membuat persetujuan
dari semua peserta
t. Konsensus dapat
didefinisikan secara profesional sebagai
resolusi diterima, salah satu yang dapat didukung, bahkan jika tidak "favorit" dari masing-masing individu. Konsensus didefinisikan oleh Merriam-Webster(2005 : 795) sebagai, pertama,
kesepakatan umum, dan kedua, solidaritas kelompok kepercayaan atau sentimen. asal-usulnya
dalam konsensus
memliki kata Latin (perjanjian),
yang berasal dari cōnsentiō yang berarti benar-benar merasakan bersama-sama. [1] Hal ini digunakan untuk
menggambarkan keputusan yang
baik dan proses mencapai keputusan.
dengan demikian kosensus
pengambilan keptusan berkaitan
dengan proses pembahasan dan finalisasi
keputusan, dan efek sosial dan politik menggunakan proses ini.
Berdasarkan
Uraian di atas menurut kelompok kami di dalam knowledge management bagi sistem
informasi perpustakaan universitas gadjah mada system consensus decision making
nya yang cocok adalah metode kewenangan
setelah diskusi yang ditentukan oleh Sifat otokratik dalam pengambilan
keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode kewenangan tanpa
diskusi . Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan
pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan
keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan
mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga
munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil
dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan
lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan
keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode
pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota
organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan.
Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam
proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa
pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Consensus_decision-making
Tidak ada komentar:
Posting Komentar